MEDIAEDUKASIANDA

Perhutani Randublatung Sosialisasi Pencegahan Karhutla bersama Polres Blora

BLORA -  Untuk mengantisipasi terjadinya Kebekaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung bersama Kepolisian Resor (Polres) Blora melaksanakan apel siaga dan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, yang dilaksanakan di petak 112 RPH Jatikusumo BKPH Kedungkambu KPH Randublatung, Sabtu (14/08/2021)

Kegiatan yang dilakukan dengan protocol kesehatan covid-19 ini bertujuan untuk pencegahan secara dini dalam menghadapi musim kemarau agar tidak akan terjadi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Blora,

Hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Binmas AKP Sudarto dan jajarannya, Kepala Seksi Perlindungan SDH Divre Jateng, Sugeng Bowo Laksono, Wakil Adm Wilayah Utara KPH Randublatung Agus Kusnandar. Dan diikuti oleh jajaran petugas lapangan perhutani, perwakilan LMDH dan tokoh masyarakat. 

Administratur Perhutani KPH Randublatung Dewanto melalui Wakil Adm wilayah utara Agus Kusnandar menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergisitas antara perhutani dan jajaran Polres Blora dalam pencegahan Karhutla dan persiapan secara dini dalam menghadapi musim kemarau agar kebakaran hutan dapat di cegah. 

“Sosialisasi dan apel siaga yang kita laksanakan dengan sederhana ini adalah merupakan bentuk sinergisitas antara jajaran Polres Blora dan Perhutani dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, semoga dengan adanya kegiatan ini kebakaran hutan dan lahan tidak akan terjadi, kalau toh terjadi dapat kita kendalikan," ujar  Agus.

Sementara itu, Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama, S.I.K.. melalui Kasat Binmas AKP Sudarta mengucapkan terima kasih kepada Perhutani Randublatung atas kerjasamanya dalam upaya antisipasi Kebakaran hutan dan lahan.

“Kami sampaikan terima kasih kepada Perhutani atas kerjasamanya. Atas  Pencegahan dan Penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, hal ini tidak hanya tanggungjawab kepolisian atau perhutani saja, melainkan  tanggungjawab kita bersama termasuk lapisan masyarakat sekitar hutan, sehingga perlu adanya kebersamaan untuk  melakukan pencegahan dan penaggulangan Karhutla di Kabupaten Blora, semoga apa yang kita lakukan ini akan menciptakan lingkungan hutan yang Asri dan lepas dari kebakaran," tandas  AKP Sudarto. (Red)
Share:

Cegah Covid-19, Pemkab Blora dapat bantuan Minuman Kesehatan asal Bojonegoro

BLORA - PT. Realfood Winta Asia, sebuah perusahaan produsen minuman kesehatan asal Kabupaten Bojonegoro pada Kamis (12/08/2021) menyalurkan bantuan senilai ratusan juta rupiah untuk Pemerintah Kabupaten Blora. Bantuan ini diberikan dalam rangka  mendukung percepatan penanganan pandemi Covid-19.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora oleh owner PT. Realfood Winta Asia, Handoko bersama Direktur Pemasaran Wiwik Sri Wilujeng. Bantuan diterima langsung oleh Bupati H. Arief Rohman S.IP, M.Si, didampingi Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati, ST., MM., bersama  Forkopimda.

Hadir Plt. Kepala Dinas Kesehatan, para Direktur Rumah Sakit dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Blora. 

“Disini kami tidak berbisnis. Keuntungan yang besar tidak akan berarti ketika masyarakat di sekitar kita tidak bisa hidup sehat. Oleh karena itu produk kami kita dedikasikan untuk membantu penyembuhan dan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Blora ini,” ucap Handoko.

Pihaknya ingin keberadaan Realfood benar-benar bermanfaat untuk masyarakat di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini melanda seluruh negara di berbagai belahan dunia.

“Realfood ini terbuat dari ektrak sarang burung walet, mengandung protein dan antioksidan yang tinggi, serta banyak manfaatnya untuk menjaga kesehatan imunitas tubuh. Maka kami ajak pemerintah daerah dan nakes untuk sering mengkonsumsi ini. Selain cocok untuk penyembuhan (kuratif), juga ampuh untuk pencegahan (preventif), sudah banyak buktinya. Semoga Blora bisa semakin sehat dan segera terbebas dari pandemi Covid-19,” harapnya.

Handoko juga menyatakan bahwa hal yang sama telah mereka lakukan untuk Kabupaten Bojonegoro sehingga angka kematian dan jumlah kasus disana bisa semakin cepat ditekan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemasaran Realfood, Wiwik Sri Wilujeng, mengatakan bahwa jumlah bantuan yang diserahkan kepada Pemkab Blora ini sebanyak 1440 boks. 

“750 boks untuk pasien isolasi mandiri, kemudian 150 boks untuk pasien yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit, dan 540 boks untuk para tenaga kesehatan yang sedang bekerja menangani pandemic agar imunitasnya tetap terjaga,” ujar Wiwik yang juga penyintas Covid-19, sembuh karena mengonsumsi.

Bupati H. Arief Rohman S.IP., M.Si, pun mengucapkan terimakasih dan sangat mengapresiasi kepedulian PT. Realfood Winta Asia kepada Kabupaten Blora. 

“Alhamdulillah….Terimakasih banyak, hari ini Blora dapat bantuan dari PT. Realfood Winta Asia Bojonegoro. Kalau dirupiahkan ini nilainya lebih dari 700 juta, hampir 1 miliar.  Nantinya akan kita bagikan kepada seluruh pasien isolasi mandiri, pasien perawatan di rumah sakit, dan tenaga kesehatan yang merawat pasien,” kata Bupati.

Pihaknya berharap dengan bantuan suplemen kesehatan ini, pandemi Covid-19 di Kabupaten Blora bisa segera berakhir.

“Saat ini memang kondisinya sudah menurun, semoga dengan Realfood ini nantinya yang masih isolasi mandiri dan perawatan di rumah sakit bisa segera sembuh. Sehingga angka kematian bisa berkurang dan inshaAllah tidak ada,” imbuh Bupati.

Pihaknya juga menyampaikan bahwa saat ini PT Realfood Winta Asia yang memiliki pabrik di Bojonegoro ini fokus untuk ekspor luar negeri. Bupati berharap kedepan berminat mendirikan pabrik di Kabupaten Blora.

“Sedang kita lobi, semoga beliau Pak Handoko selaku owner bersedia membuka pabrik cabang di Kabupaten Blora, misalnya di Cepu,” pungkas Bupati.

Usai penyerahan secara simbolis, dilanjutkan pembagian kepada para direktur rumah sakit dan kepala Puskesmas se-Kabupaten Blora. (Red)
Share:

Gubernur Ganjar Minta Daerah Jangan Lengah Tangani Covid-19


BLORA (SUARABARU.ID) - Wakil Bupati  bersama jajaran Forkopimda Blora
mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan secara virtual dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP, Senin (09/08/2021) di Ruang Pertemuan Setda Blora.

Dalam rapat tersebut, Gubernur menyampaikan bahwa kondisi di Jawa Tengah belum dikatakan baik, meskipun sudah mulai membaik. Dirinya meminta agar daerah tidak lengah dalam menangani Covid 19 ini.

Jelasnya saat ini,penambahan kasus aktif Jawa Tengah masih cukup tinggi sehingga masih perlu diwaspadai.

“Kayaknya mulai membaik kondisinya, tetapi kita tidak boleh lengah dan meski tetap siaga penuh full. Dari kasus aktif penambahannya masih cukup tinggi, kalau dulu dibawah 1000 itu ya membaik kalau sekarang masih 4000an ya menurut saya membaik tapi belum baik. Maka jangan lengah dulu,” jelas Ganjar

Ganjar menambahkan saat ini Bed Occupancy Ratio (BOR) rumah sakit sudah mulai turun. Pihaknya mengapresiasi kerja keras dari semua pihak.

“Terimakasih bapak ibu semuanya yang sudah membantu dan BOR nya sudah mulai turun,”  ungkapnya

Gubernur meminta agar daerah untuk menggiatkan testing dan tracing. Untuk dapat mengetahui kasus-kasus Covid 19. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Tengah pada minggu ke 31 sebagian besar kabupaten/kota belum mencapai target pemeriksaan spesimen perminggu. Diantaranya sebanyak 32 kab/kota pemeriksaan spesimennya kurang dari 50%.

Gubernur juga meminta agar daerah mengaktifkan call center untuk menerima aduan dari masyarakat, bahkan pihaknya mendorong agar sampai ke desa.

“Saya juga mohon untuk call center nya untuk dapat betul-betul dihidupkan. Kalau bisa sampai ke desa, karena call center ini penting. Agar semua warga bisa melapor, seperti soal vaksin, BST dan sebagainya,” tambahnya

Sementara itu, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo dalam paparannya mengungkapkan bahwa per 8 Agustus 2021 pukul 12:00 WIB penambahan kasus positif sebanyak 3.938 orang. Sehingga kasus aktif covid 19 di Jawa Tengah sebanyak 29.860 kasus. Dimana sebanyak 8.840 dirawat dan sekitar 21ribu melakukan isolasi.

Pihaknya mengungkapkan saat ini positivity rate menurun namun fatality rate meningkat, jelasnya terkait pasien yang meninggal dunia didominasi kelompok rentan.

“Kami laporkan secara singkat kasus kematian dari 10 rumah sakit tersebut paling tinggi yang meninggal presentasenya itu dari sisi lansia 58,4% ini perlu perhatiaan untuk kita semua,” ungkap Prasetyo

“Yang paling banyak datang ke rumah sakit, dari kematian yang dianalisis 50,2% itu meninggal di ruang perawatan. Lokasi meninggalnya paling banyak diruang isolasi. 87% kematian merupakan pasien dengan kategori rentan baik lansia, ibu hamil maupun komorbid,” lanjutnya

Selain itu terkait BOR di Jawa Tengah sudah turun diangka 62,02% dibanding minggu lalu yang 70% dan TT isolasi turun ke 43% dari 54,62%.

Terkait vaksinasi untuk dapat digencarkan terutama untuk sasaran prioritas seperti lansia dan sebagainya. Mengingat bahwa masih banyak daerah yang capaian vaksinasi lansia kurang dari 30%. Sebagian besar daerah di Jawa Tengah capaian vaksinasinya  masih banyak yang kurang dari 20%.

Menyikapi hal tersebut, Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati, ST., MM mengungkapkan bahwa meski kondisi penanganan Covid-19 di Blora berangsur membaik, namun upaya-upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kabupaten Blora akan terus digiatkan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten juga akan terus bersinergi dan berkoordinasi untuk menindaklanjuti arahan baik dari pusat maupun provinsi.

Kemudian mendorong adanya percepatan vaksinasi bagi masyarakat Blora dengan bersinergi dengan TNI-Polri. Termasuk sasaran prioritas seperti para lansia agar segera divaksin.

Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat tetap mentaati protokol kesehatan dan tidak lengah.

Sebagai informasi, tercatat pada Senin (9/8/2021) terjadi penambahan kasus Covid-19 di Kab. Blora sebanyak 44 orang, sebanyak 61 orang dinyatakan sembuh, dan 5 orang meninggal dunia. Sehingga kasus aktif Covid-19 di Blora saat ini rinciannya 51 orang dirawat dan 219 menjalani isolasi mandiri.

Berdasarkan data, kondisi Blora saat ini didominasi oleh zona oranye atau risiko sedang, sebanyak 12 kecamatan sudah berada pada zona oranye, dan satu kecamatan yakni Kecamatan   Bogorejo sudah berada pada zona kuning atau risiko rendah. Namun demikian sebanyak tiga kecamatan yakni Kecamatan Blora Kota, Kecamatan  Cepu, dan Kecamatan Randublatung tercatat berwarna merah atau beresiko tinggi.

Hadir dalam acara tersebut Sekda Blora, Asisten Admistrasi Umum Sekda dan Kepala OPD terkait. (Redaksi)

Share:

Antisipasi Gangguan Kamtibmas Saat PPKM, Petugas Gabungan Di Blora Intensif Patroli Malam

BLORA - Petugas gabungan di kabupaten Blora yang terdiri dari anggota Polres Blora, Kodim, Subdenpom, Satpol PP dan BPBD menggelar patroli gabungan secara intensif. 
Senin, (09/08/2021).

Patroli gabungan dilakukan secara intensif dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif, terutama saat pemberlakuan PPKM di Blora.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK melalui Kabag Ops Kompol Supriyo,S.Sos,M.Si mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diingingkan yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

"Patroli gabungan ini adalah salah satu Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan dengan tujuan utama untuk menjaga kondusifitas wilayah," kata Kabag Ops Kompol Supriyo, Senin, (09/08/2021).

Kegiatan diawali dengan apel bersama di halaman depan Mapolres Blora, kemudian dengan menggunakan kendaraan patroli masing masing, petugas gabungan tersebut berpatroli dengan sasaran obyek vital, pusat keramaian masyarakat, pertokoan serta tempat ibadah dan pemukiman penduduk.

"Kita tidak mau underestimate, meski dalam suasana pandemi patroli rutin tetap kita laksanakan, bahkan terus kita tingkatkan dengan menjalin sinergi lintas sektoral," tandas Kabag Ops. (Red)
Share:

Wabup Dorong OPD Terus Ciptakan Inovasi Pembangunan

BLORA - Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati ST., MM., meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bisa terus menciptakan inovasi dan kreatifitas dalam rangka menyukseskan pembangunan di Kabupaten Blora. 

Hal ini ia ungkapkan usai mengikuti Webinar Best Practice Inovasi Daerah dan Penilaian Indeks Inovasi Daerah yang dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri secara daring di Ruang Rapat Bupati Blora.

“Saat webinar tadi disampaikan bahwa Kabupaten Blora pada tahun 2020 kemarin sudah masuk kategori Kabupaten inovatif. Sehingga kami ingin di tahun 2021 ini bisa terus ditingkatkan menjadi sangat inovatif,” ungkap Wakil Bupati yang akrab disapa Mbak Etik ini.

“Kami bersama Bapak Bupati Arief Rohman akan siap mendukung inovasi-inovasi yang diciptakan seluruh OPD atau perangkat daerah. Inovasi ini tidak terbatas ruangnya, semua bisa dikerjakan,” sambung Wakil Bupati.

Pihaknya menegaskan, inovasi dan kreatifitas dalam bekerja jangan semata-mata karena dilombakan namun yang lebih penting adalah untuk mempermudah pelayanan masyarakat dan menyukseskan pembangunan di Blora.

“Kalau memang saya dan Pak Bupati turun langsung ke lapangan, kita siap mengawal. Kami wajibkan masing-masing OPD untuk berinovasi sesuai bidangnya masing-masing. Syukur-syukur nanti bisa menjadi percontohan nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi dan Tata Laksana Setda Blora, Bawa Dwi Rahardja menyatakan kesiapannya untuk berkomunikasi dan bersurat kepada seluruh OPD tentang pelaporan inovasi yang telah dibuat.

“Akan kita koordinasikan dengan Bappeda agar nanti bisa dikawal bersama. Apalagi laporan inovasi untuk tahun 2021 ini harus segera disusun pada bulan September,” responnya. (Red)
Share:

Bupati Apresiasi KKN Tematik IPB Bogor di Pengkoljagong

BLORA - Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., pada hari Selasa (03/08/2021) melaksanakan monitoring atau peninjauan pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang dilakukan Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) di Desa Pengkoljagong, Kecamatan Jati.

Dalam kunjungan tersebut Bupati melihat langsung hasil pelaksanaan KKN Tematik yang dilaksanakan 9 mahasiswa sejak diterjunkan 29 Juni lalu. Diantaranya, tentang program peternakan, pertanian, pemetaan potensi wisata hingga pengembangan BUMDes.

Yuan Raga, salah satu mahasiswa KKN IPB menjelaskan di depan Bupati tentang program yang telah ia laksanakan bersama 8 teman lainnya di Desa Pengkoljagong. 

“Sejak diterjunkan 29 Juni lalu, kita langsung memetakan potensi dan permasalahan yang ada di pedesaan ini. Beberapa program lantas kita susun untuk langsung dilaksanakan bersama warga desa. Diantaranya kami telah melaksanakan pemetaan potensi wisata dan UKM Desa, plus membuat peta potensi desa,” jelas Yuan.

Kemudian pengolahan sampah terpadu dengan pelatihan pembuatan pupuk kompos, budidaya ikan dengan doker terpadu di Dukuh Bulurejo dan Dukuh Pengkol. Serta pelatihan media branding dan promosi BUMDes dengan narasumber alumni IPB 53.

“Selain itu untuk para pemuda kita dukung pengembangan kewirausahaan dengan pengembangan café BUMDes yang berada di sebelah Balaidesa. Kita juga telah melaksanakan penyuluhan pertanian dan kehutanan,” pungkasnya.

Usai paparan dari perwakilan mahasiswa, dilakukan penyerahan bantuan benih ikan lele secara simbolis oleh Bupati Arief Rohman kepada warga Desa Pengkoljagong. Dilanjutkan peninjauan pelaksanaan peternakan ikan lele terpadu dengan kebun buah jambu di Dukuh Jagong.

“Alhamdulillah dengan adanya mahasiswa KKN dari IPB ini, kami merasa sangat terbantu karena masyarakat kami bisa memperoleh ilmu baru tentang banyak hal tentang pertanian, kehutanan, pengolahan sampah dan lain sebagainya. Terimakasih IPB,” ucap Kades Pengkolrejo, Sugiyono.

Sementara itu, Bupati Arief Rohman mengapresiasi pelaksanaan KKN ini yang telah berjalan dengan baik selama hampir satu bulan lebih.

“Setelah kita terima penerjuanannya akhir Juni lalu secara daring, akhirnya hari ini bisa kita lihat langsung ke lapangan hasilnya. Terimakasih adik-adik KKN telah memberikan ilmunya dari Kampus untuk masyarakat Desa Pengkoljagong. Inilah saat-saat yang berharga untuk mengabdikan diri kepada masyarakat,” kata Bupati.

Bupati berharap kedepan ilmu dan program yang dilaksanakan mahasiswa KKN ini bisa terus berlanjut dengan baik serta bermanfaat untuk kemajuan masyarakat Desa Pengkoljagong.

“Saya berpesan pada Pak Kades, jangan sampai setelah adik-adik KKN ini selesai 8 Agustus nanti lalu programnya ikut berhenti. Tolong bisa terus dikawal dan dilaksanakan dengan BUMDes dan pemuda Karang Taruna desanya. Jika ini positif, pastinya tahun depan akan kita minta lebih banyak lagi mahasiswa IPB untuk melaksanakan KKN di Kabupaten Blora,” tambah Bupati.

Dalam acara tinjauan ini juga hadir Plt. Camat Jati, Muhari, serta Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Usai tinjauan lapangan dilakukan ramah tamah dengan mahasiswa di posko KKN dengan menerapkan protokol kesehatan. (Red)
Share:

Percepatan Vaksinasi, Bupati akan Siapkan Hotline

BLORA - Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., di damping Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST, MM mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Covid 19 tingkat Jawa Tengah yang diselenggarakan secara daring dan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP, Senin siang (3/8/2021) di Ruang Pertemuan Setda Blora.

Dalam rapat tersebut, Gubernur menyampaikan agar masing-masing Kabupaten / Kota menyiapkan tim untuk mencatat dan mengecek vaksin. Pasalnya data yang ada di smile (Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik) dengan dilapangan tidak sesuai. 

“Kita harus bereskan soal data untuk selalu memeriksa dan mengecek atau harus ada tim vaksin, saya minta untuk ngecek apakah selamanya segitu atau tidak. Apabila belum saya meminta ijin Bupati / Walikota langsung bertanya tapi kepada pelaksanan,” ungkap Ganjar

Gubernur meminta pelaksanaan vaksinasi dipercepat termasuk stok vaksin yang tersedia untuk dapat digunakan. Ganjar juga meminta agar lansia menjadi prioritas utama dalam vaksinasi.

“Saya menyampaikan semua yang akan melakukan vaksinasi di sentra manapun tolong diprioritaskan yang lansia. Jadi kalau kemudian mereka-mereka mendapatkan prioritas maka  tetep kita cari,” jelasnya

Ganjar mengungkapkan bahwa antusias masyarakat untuk mengikuti vaksinasi cukup tinggi. Maka daerah untuk dapat mengoptimalkan stok vaksin yang tersedia.

“Vaksin kita teruskan semua dari Dinas Kesehatan, kita akan cek, pokoknya kalau banyak nanti kita serbu, pokoknya habisin,”  lanjutnya

Selanjutnya Ganjar mendorong untuk daerah agar memiliki Call Center yang dapat dihubungi masyarakat untuk bertanya dan mencari informasi. Termasuk kaitannya dengan bantuan, vaksinasi dan lainnya.

Bupati Arief pun menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan percepatan vaksinasi di Kabupaten Blora. Pihaknya akan segera meminta Dinas Kesehatan menyiapkan call center atau hotline pelayanan vaksinasi di setiap Puskesmas se Kabupaten Blora.

“Akan kami minta Dinas Kesehatan mendata seluruh nomor hotline Puskesmas se Kabupaten Blora untuk diumumkan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat bisa lebih mudah memperoleh jadwal pelaksanaan vaksinasi. Tidak hanya hotline saja, kami minta Puskesmas juga aktif melalui media sosial, ayo gerak bersama,” ucap Bupati.

Pasalnya menurut Bupati, beberapa hari terakhir ini juga semakin banyak masyarakat yang menanyakan vaksinasi baik melalui nomor WA miliknya maupun melalui akun media sosial pribadinya.

“Banyak yang tanya di Instagram, twitter, dan facebook. Maka selain hotline call center Puskesmas, kami minta juga aktif di media sosial memberikan jadwal vaksinasi kepada masyarakat. Semoga warga Blora bisa segera tervaksinasi semuanya. Kuota vaksin terus kita ajukan ke pemerintah pusat,” pungkasnya. 

Rapat tersebut diikuti oleh jajaran Forkopimda, Sekda, Asisten I dan III Sekda, dan OPD terkait. (Redaksi)
Share:

Terbaru

Pesan Kak Sri Setyorini Saat Lepas Pasukan Pramuka Blora Tempuh Jalur 50 Kilometer

𝗕𝗟𝗢𝗥𝗔 ( MEDIAEDUKASIANDA.BLOGSPOT.COM ) —     Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke 65 tahun 2026, Gerakan Pramuka Kwartir...

Total Pageviews

Popular Posts

Komunitas

SELANJUTNYA »